Header Ads

Saatnya yang Muda yang Bicara

Nicholas Sparks Books To Movie


Nicholas Sparks adalah salah satu penulis favorite saya karena film-film yang diadaptasi dari novelnya, selalu juara. Berhubung karena saya adalah romance addict, karya-karya Sparks menduduki posisi paling atas daftar film yang saya suka. Jadi, buat kamu yang juga gemar dengan cerita-cerita romansa, simak beberapa pendapat saya tentang karya-karyanya. Barangkali bisa dijadikan rekomendasi untuk bahan bersantai di akhir pekan. Bersama keluarga, atau mungkin pacar kalau punya. Hihi

Sebelumnya disini saya tidak akan mengupas seluruh film yang telah diadaptasi dari karya-karya Sparks. Hanya ada beberapa saja yang akan saya sebutkan. Perlu kalian ketahui, disini saya juga tidak akan memposisikan diri saya seolah-olah seperti kritikus film. Saya akan memberikan pendapat yang asalnya benar-benar dari penilaian saya sendiri dan dari sudut pandang saya sendiri. Jadi untuk kamu yang berbeda pendapatnya dengan saya, tak apa. Sebab isi kepala manusia memang tak akan pernah sama. Hehe. 

Here we go...

1. The Best of Me

Kalau kalian sering baca review film-film terbaik dari Sparks, kalian pasti lebih sering menemukan mereka menulis judul The Notebook di urutan pertama. Tapi tidak bagi saya. The Best Of Me sukses menempati urutan pertama dalam list yang saya punya. Meskipun banyak kritikus film mengejek akting Dawson dan Amanda muda di film ini, saya rasa chemistry yang mereka buat cukup membuat orang yang melihatnya tenggelam dalam kisah cinta remaja yang sangat mempesona. Dilatarbelakangi perbedaan status sosial, Sparks mampu membuat konflik yang mereka hadapi begitu menyayat hati. 20 tahun tak bertemu dan masing-masing telah melanjutkan hidup, kedua sejoli ini kembali dipertemukan oleh cara yang tidak biasa. Pada akhirnya kita memahami bahwa cinta sejati akan selalu terukir hingga lubuk hati. Dan semesta akan selalu membantu mereka yang memang ditakdirkan bersama. Meski dalam ruang kehidupan yang berbeda.

2. Safe Haven

Di film ini, Sparks berusaha memperlihatkan sisi lain dari kemampuannya menulis cerita romansa. Nuansa thriller yang terdapat di dalamnya, membuat kita tak meyakini apakah ini benar-benar karya seorang Sparks yang selama ini kita kenal. Masih dengan unsur pemandangan yang begitu indah, Sparks membawa kita menyelami kehidupan desa kecil di tepi pantai. Pelarian Katie ke desa kecil itu mempertemukan ia dengan Alex. Seorang duda anak dua yang digambarkan begitu menyayangi keluarga. Selanjutnya cerita klasik pun terjadi, dua orang yang saling jatuh cinta karena sering bersama. Yang paling saya suka adalah chemistry yang dibawakan oleh dua sejoli ini benar-benar membuat saya jatuh cinta pada karakter yang masing-masing mereka bawakan.

3. The Last Song

Selanjutnya ada The Last Song. Sparks sepertinya sering sekali membawa unsur perbedaan status sosial dalam karya-karyanya. Terbukti tiga dari karyanya (The Notebook, The Best Of Me, dan The Last Song) selalu memuat unsur perbedaan status sosial diantara sejoli yang ia ciptakan. Lagi-lagi berlatar belakang pantai dan desa kecil, Sparks menyajikan pemandangan yang cukup indah. Tapi di film ini, Sparks tidak hanya mengangkat kisah cinta yang seperti biasanya ia buat. Ia membuat berbeda dengan menambahkan cukup banyak konflik keluarga. Dengan nuansa musik yang juga indah, telinga kita dimanjakan oleh beberapa permainan piano yang dibawakan oleh Ronnie. Seorang gadis yang mahir memainkan piano namun memilih untuk tidak memainkannya lagi karena membenci ayahnya yang tidak lagi bersama dengan sang ibu. Tawaran untuk masuk Julliard ditolaknya mentah-mentah hanya untuk menuruti sang ego. Namun bukan hanya kisah cinta romantis dengan pasangan yang saya suka disini, saya pribadi lebih tersentuh dengan banyaknya adegan cinta ayah-anak yang mereka bawakan di film ini.

4. A Walk To Remember

Kisah cinta masa-masa SMA memang yang paling indah, bukan? Dengan latar belakang kehidupan semasa sekolah membuat kita menyelami kembali kehidupan kita yang lalu. Karakter Jamie dan Landon yang sangat bertolak berlakang, tidak menjadi halangan untuk mereka bisa saling jatuh cinta. Landon dengan segala kepopulerannya di sekolah, dan Jamie seorang anak perempuan biasa yang barangkali setiap anak disekolahnya lebih mengenalnya sebagai gadis yang aneh. Kisah cinta mereka diuji saat Landon yang mulai benar-benar jatuh hati, mengetahui bahwa hidup Jamie tidak akan lama lagi. Sungguh kisah cinta yang sangat mengharukan.


Itu adalah 4 film terbaik dari daftar yang saya punya. Meskipun beberapa orang bilang karya-karya Sparks terlalu monoton dan ceritanya selalu memiliki unsur kesamaan diantara cerita-ceritanya yang lain, tetapi Sparks telah memiliki tempat di hati saya. Barangkali kalian pun memikirkan hal yang sama. Karya-karyanya selalu menjadi yang paling saya tunggu. Sebab sebagai pecinta romance, cerita-cerita yang dibuat oleh Sparks selalu berhasil menyita imajinasi saya akan cinta. Sungguh cinta memang sumber inspirasi yang tak ada habisnya.


Penulis:
Bahha Taqiya 


_________________
Image credit:

No comments

Salam, Pemuda!
Saatnya yang Muda yang Bicara!


Terima kasih telah berkunjung, silakan berkomentar :)

*Segala hal yang berkaitan dengan tulisan dalam website ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis tersebut sesuai yang tertera di bagian awal atau akhir tulisan.

________

// MudaBicara is one of Youth Community or Non-Profit Organization in Indonesia. We strive to provide a place for young people to voice ideas and literary works //